Teknik Terbaru Mengatasi Kerontokan Rambut

siti-medissa-nur-hudaJika rambut adalah mahkota bagi wanita, namun sekarang ini, para pria juga sangat peduli pada penampilan rambutnya. Karena itulah, sekarang ini prosedur perawatan kerontokan rambut, menjadi tren perawatan yang cukup banyak diminati oleh mereka yang mengalami kerontokan rambut yang berlebih, hingga mengalami kebotakan. Cryostamp hair menawarkan kerontokan rambut dengan cara yang aman dan nyaman.

Siklus Pertumbuhan Rambut

Sebelum mengenal lebih lanjut mengenai kerontokan rambut, juga mengenai Cryostamp hair, kita perlu mengingat lagi, mengenai definisi dari rambut itu sendiri. Menurut Dr. Siti Medissa Nurhuda dari ZA Clinic, Palembang, rambut adalah salah satu adneksa kulit yang terdapat diseluruh tubuh, kecuali telapak tangan, telapak kaki, kuku dan bibir. Rambut secara garis besar dibagi menjadi dua; rambut terminal [rambut kasar yang mengandung banyak pigmen dengan diameter >0,03 mm], rambut velus [rambut halus dengan sedikit pigmen yang diameternya <0,03 mm].

“kerontokan rambut adalah penipisan dikulit kepala yang terjadi secara normal maupun tidak normal,” ujar Dr. Medissa sambil menambahkan, rambut mengalami fase pertumbuhan dan bervariasi terjadinya, tergantung usia dan region rambut itu sendiri.

Masih menurut Dr. Medissa, rambut mengalami siklus pertumbuhan normal yang terdiri dari masa anagen, masa katagen dan masa telogen. Masa anagen masa dimana sel-sel lebih tua menuju atas. Fase ini akan terjadi selama 2-6 tahun.

“Sementara fase katagen merupakan fase peralihan yang dilalui dengan penebalan dengan jaringan ikat disekitar folikel rambut, dan fase ini berlangsung selama 2-3 minggu. Sedangkan fase telogen adalah masa istirahat yang dimulai dengan memendeknya sel epitel rambut, mulai dari bawah ke atas, hingga hanya tersisa puting epitel kecil sampai rambut yang lama menjadi rontok,” terang Dr. Medissa pula.

Dr. Medissa menjelaskan bahwa masa pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh beberapa sitokin dan growth factor yang diproduksi oleh sel papila dermis.

Mengapa Rambut Menjadi Rontok?

Efluvium atau kerontokan rambut adalah kehilangan rambut terminal dalam bentuk apapun dan dimanapun. Asal mulanya terjadinya kerontokan rambut, bila sudah berkisar lebih dari 100 helai per hari.

“Kerontokan rambut dapat menyebar manapun lokal saja. Bila kerontokan ini berlanjut-lanjut dan berlanjut terus, akan terjadi suatu kondisi yang disebut alopecia atau kebotakan,” kata Dr. Medissa.

Ada beberapa penyebab dari terjadinya kerontokan rambut, seperti gagalnya pertumbuhan rambut karena dysplasia ectordermal akibat gangguan genetik. Penyebabnya lainnya adalah abnormalitas batang rambut, yaitu intrisic hair breakage dan unruly hair yang dapat terjadi secara kongenital akibat kelainan metabolik, mekanik, atau kimia.

“Selain itu, kerontokan rambut juga dapat disebabkan karean abnormalitas siklus rambut, kerusakan folikel rambut yang menyebabkan eksogen [trauma atau tekanan], faktor endogen [infeksi, keganasan, atau beberapa penyakit dengan proses deskruktif], dan aplasia kutis kongenita. Disamping itu, kondisi hormon seseorang juga mempengaruhi masalah ini,” tambah Dr. Medissa pula. Ia juga menjelaskan beberapa hormon yang berperan dalam masalah kerontokan rambut, diantaranya adalah hormon androgen, estrogen, tiroksin, dan kortikosteroid.

Kehamilan terutama pada masa kehamilan memasuki usia tua, jumlah rambut akan berkurang sebanyak sekitar 10 persen. Disamping itu, obat-obatan yang kita konsumsi, juga dapat memicu terjadinya kerontokan rambut, seperti obat antineoplasma [bleomisi, edoksan, atau vinkristin] dan obat antibiotic [kolkisin] dapat menghalangi pembentukan batang rambut yang menyebabkan kerontokan rambut.

Kerontokan rambut dapat terjadi pada pria maupun wanita, namun dengan penyebab yang berbeda. Misalnya pada faktor hormon. Hormon androgen dapat menebalkan rambut dan mempercepat rambut didaerah janggut, kumis, ketiak, kemaluan, dada, dan tungkai pria.

“Tetapi pada kepala penderita alopesia androgenetik, hormon anfrogen dapat memperkecil diameter batang rambut serta memperlambat masa anagen pada siklus pertumbuhan rambut. Pada wanita, aktivitas androgen dapat menyebabkan hirtutisme [kondisi tumbuhnya rambut pada wanita diarea biasanya hanya ada pada rambut pada wanita diarea yang biasanya hanya ada pada rambut pria, misalnya wajah, dada dan punggung]. Sebaliknya hormon estrogen memperlambat pertumbuhan rambut, tetapi memperpanjang masa anagen pada siklus rambut. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan hormon dan penanganan oleh ahli yang mengerti benar tentang hormon untuk memastikan hal ini,”saran Dr. Medissa.

Posted in Articles and tagged , , , .